Farmasi UMP

Farmasi UMP

Diyas Hanifah Lolos dalam event PCE ITB 2017


Bandung - (PCE) merupakan salah satu dari agenda kegiatan Himpunan Mahasiswa Farmasi "Ars Praeparandi". Kegiatan ini berlangsung selama dua hari pada tahun 2017. Hari pertama, acara diisi dengan seminar mengenai bagaimana melakukan konseling yang baik dan benar kepada pasien, dan diwaktu yang bersamaan dilaksanakan babak penyisihan lomba konseling untuk level beginner yang berlokasi di Ruang Galeri Utama 1 Campus Center Timur ITB . Hari ke dua dilanjutkan dengan kegiatan final lomba konseling untuk level beginner dan advance. Seminar PCE berikut lombanya selalu diikuti oleh perwakilan fakultas farmasi dari seluruh Indonesia termasuk Fakultas Farmasi UMP yang selalu mempersiapkan mahasiswanya untuk berprestasi tidak hanya pada ranah akademiknya melinkan juga pada ranah non akademik sebagai penunjang mahasiswa d masa depan. Fakultas Farmasi UMP mengirimkan 4 delegasinya yaitu  Andi Nurul, Lisa Vijriyanti, Ai Rian Filzah N.R. dan Diyas Hanifah mereka masuk dalam level bagginer. Tahun ini mahasiswa Farmasi UMP dapat lolos pada babak final pada event tersebut. Hal ini merupakan prestasi yang sanget luar biasa karena dari tahun sebelumnya belum pernah meloloskan sampai pada tahap final. Fakultas Farmasi UMP sudah menyiapkan berbagai strategi untuk dapat mengikuti event farmasi bertaraf nasional maupun internasional agar mahasiswa farmasi UMP semakin berkualitas.

Alumni Profesi Apoteker UMP Cetak Apoteker Profesional


Komitemen terhadap sebuah profesi menjadi keharusan bagi setiap individu. Pasca prosesi Wisuda 59 Magister, Sarjana, dan Ahli Madya Universitas Muhammadiyah Purwokerto telah mencetak generasi yang profesional di berbagai profesi. Salah satu upaya untuk mengukuhkan profesi tersebut, UMP melalui Program Studi Profesi Apoteker pada 28 September 2017 menyelenggarakan penembilan Sumpah Apoteker Angkatan XXV di Java Heritage Hotel Purwokerto. Turut hadir Rektor UMP Dr. H Syamsuhadi Irsyad, M.H., Dekan Fakultas Farmasi Dr. Agus Siswanto, M.Si., Apt., Ketua Prodi Profesi Apoteker Dr. Nunuk Aries Nurulita, M. Si., Apt., Anggota Komite Farmasi Nasional Drs. Bambang Triwara Sp. Frs. Apt., Ketua Pimpinan Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Jawa Tengah, Kepala Dinas Kesehatan Banyumas dan Para Rohaniawan.

Sebanyak 115 apoteker dengan lantang mengucapkan sumpah Profesi Apoteker yang dipimpin oleh Rohaniawan Islam M. Muamar Lc., dan Rohaniawan Kristen Pdt Sthepanus Liem S. Pada kesempatan ini, Kaprodi Profesi Apoteker menyampaikan bahwa syarat calon apoteker untuk mengikuti sumpah apoteker harus dinyatakan lulus sertifikasi apoteker di Prodi Profesi Apoteker UMP dan lulus ujian kompetensi apoteker secara Nasional. Secara keseluruhan calon apoteker angkatan XXV mengalami peningkatan kuantitas lulusan secara Nasional dari dari angkatan sebelumnya. Ia juga berharap, angkatan selanjutnya kuantitas lulusan  mencapai 100%.

Sedangkan secara kualitas, pihak Prodi Profesi Apoteker telah memberlakukan syarat untuk lulus Profesi Apoteker minimal memiliki IPK 3.00. Hal ini supaya alumni profesi Apoteker UMP memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk melalukan praktik baik di bidang kefarmasian.  “Alumni kami sudah tersebar di seluruh bidang kefarmasian, seperti di bidang Industri, Dinas Kesehatan, dan Lembaga Pendidikan sebagai Tenaga Pendidik,” tambah Nunuk. Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Farmasi menyampaikan bahwa alumni profesi apoteker UMP mampu menjadi profesional yang handal di bidang kefarmasian. Praktik baik di bidang farmasi harus menjadi prioritas dalam melaksanakan profesi tersebut. Sejalan dengan itu, Anggota Komite Nasional Farmasi, menyebutkan bahwa profesi apoteker membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni di bidang farmasi. Alumni profesi apoteker UMP telah menyiapkan apoteker yang profesional.

 Ratri Rokhani peraih IPK tertinggi 3.97 mengatakan, pencapaian prestasi Alumni Profesi Apoteker Angkatan XXV UMP merupakan hasil kerja keras selama menempuh pendidikan. Sinergitas civitas akademik di program studi ini mampu menjadikan apoteker handal dan profesional. “Suatu kebanggaan dapat terlibat di Program Profesi Apoteker UMP karena tidak mudah untuk dapat bergabung dan menyelesaikan profesi apoteker,” kata Ratri. (Sls)

Pertama, Alumni UMP akan ujian terbuka Doktor di ITB


Purwokerto - Dia adalah Pratiwi Wikaningtyas S.Farm.,Apt.,M.Si yang saat ini bertugas sebagai dosen fakultas farmasi di salah satu perguruan tinggi bergengsi di Indonesia yaitu Institut Teknologi Bandung. Siapa sangka dia adalah alumni dari Fakultas Farmasi UMP yang dikabarkan akan segera melakukan ujian terbuka Doktoral yang sedang dijalaninya. Pratiwi adalah Alumni Fakultas Farmasi tahun 2007, berselang 10 tahun dari kelulusannya di UMP saat ini akan menyandang gelar baru yaitu Doktor bidang Farmasi Sains. Sungguh prestasi yang membanggakan bagi para dosen dan civitas akademika Farmasi UMP. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi yang besar bagi mahasiswa Fakultas Farmasi UMP saat ini. Temukan passion anda dimanapun tempat belajarnya.
 

Mantan anggota DPRD memberikan kuliah umum di Fakultas Farmasi UMP



Purwokerto – Drs. Jamaludin Al J Efenddi, M.Farm.,Apt, mantan anggota DPRD dan saat ini menjabat sebagai ketua pengurus daerah Jawa Tengah Ikatan Apoteker Indonesia, Kamis 28 September 2017 hadir di tengah mahasiswa S1 Farmasi UMP. Beliau memberikan kuliah umum kepada mahasiswa mengenai “Profil dan Prospek Pekerjaan Kefarmasian di Indonesia” di Aula FK UMP.
 
Menurut Drs. Jamaludin Al J Efenddi, M.Farm.,Apt, kuliah umum ini merupakan bentuk sarana berbagi ilmu untuk dapat meningkatkan motivasi bagi para mahasiswa baru di lingkungan kampus Farmasi UMP. Seperti diketahui Drs. Jamaludin Al J Efenddi, M.Farm.,Apt sudah malang melintang dalam dunia pekerjaan kefarmasian. Praktek di Apotek dan menjadi Ketua PD IAI Jawa Tengah adalah kesibukanya saat ini. Dengan posisinya saat ini perkembangan dan isu dalam dunia kefarmasian dapat dengan mudah beliau dapatkan sehingga perlu disampaikan kepada para mahasiswa.
 

Ubah Limbah Menjadi Masker Peel Off, Mahasiswa Farmasi Lolos PKMP Kemenristek Dikti 2017


Andi Nurul Annisa mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto bersama timnya Nisya Amalia, Tyas Addina Khaerunnisa,  Maya Amalia, dan Irfan Nugraha beserta dosen pembimbing Erza Genatrika, M.Sc.,Apt menggagas inovasi baru berupa masker peel off dalam mengatasi penuaan dini dengan memanfaatkan kombinasi kedua limbah tersebut. Tidak dipungkiri bahwa proses penuaan merupakan momok khususnya bagi kaum hawa yang tidak dapat dihindari. Penuaan pada kulit bahkan sudah dimulai sejak usia 20 tahun, sehingga dikenal dengan sebutan penuaan dini. Tanda-tanda penuaan pada wajah dapat berupa garis halus di sekitar hidung dan mulut adanya noda hitam serta keriput. Hal ini dapat dipicu oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dapat dipicu dari dalam tubuh dan faktor eksternal seperti paparan sinar UV, polusi, asap rokok, asap kendaraan. Kedua faktor tersebut yang dapat menghambat impian wanita saat ini untuk memiliki kulit halus dan kencang.

Namun, siapa sangka ampas daun teh dan air cucian beras yang dianggap sebagai limbah, saat ini dapat digunakan sebagai masker anti-aging  pada kulit wajah. Berdasarkan penelitian terdahulu dan pengalaman empiris ampas daun teh telah banyak digunakan sebagai perawatan kecantikan. Kandungan Katekin, Polifenol  Total dan Flavanoid Total masih terdapat di dalam ampas daun teh. Sedangkan pada air cucian beras mengandung gamma oryzanol dan alfatokoferol saat ini masih dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Gagasan tersebut berhasil mendapat pendanaan dari Kemristekdikti pada ajang Program Kreatifvitas Mahasiswa (PKM) di bidang Penelitian pada tahun 2017. Penelitian CAMORYS saat ini telah mencapai tahap produk masker  wajah peel off dan melewati tahapan prosedur penelitian yang telah diajukan. Selanjutnya tim akan melakukan uji stabilitas sediaan masker wajah peel off CAMORYS  selama 28 hari dan uji antioksidan dalam sediaan masker wajah peel off. Harapan berikutnya adalah selain CAMORYS memiliki kandungan anti aging dari ampas daun teh dan air cucian beras, CAMORYS juga dapat dilakukan uji praklinik sehingga dapat dipasarkan pada industri kosmetik.

 
Page 1 of 9