Farmasi UMP

Farmasi UMP

Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenkes RI Gandeng Farmasi UMP pada Riset Berskala Nasional


Surakarta – 19 April 2018 - Riset tumbuhan obat dan jamu disingkat dengan istilah RISTOJA adalah salah satu riset bergensi berskala nasional yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dalam hal ini dilakukan khususnya Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tumbuhan Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu Jawa Tengah. RISTOJA  I tahun  ke-1  (2012)  dilaksanakan  di 26 provinsi 25 Perguruan Tinggi terkemuka  etnis  yang diteliti meliputi 209 etnis. RISTOJA  ll dilaksanakan  di 24 provinsi  di lndonesia  jumlah etnis yang diteliti adalah  100 etnis. Tujuan dilaksanakannya riset ini adalah untuk menginventarisir dan mengumpulkan  data dasar (database) pengetahuan etnomedisin Nusantara yang meliputi tumbuhan obat (TO), ramuan obat tradisional (OT) dan kearifan lokal terkait pengelolaan tumbuhan obat di Indonesia. Penelitian lanjutan Ristoja tahun 2018 akan fokus pada  chemical profiling,  DNA fingerprint  dan  DNA barcoding  terhadap tumbuhan obat terpilih  sehingga data dasar tumbuhan obat terpilih tersebut menjadi lengkap dan menjadi acuan untuk penelitian lebih lanjut ke arah standarisasi tanaman obat, fitogeografi, konservasi tanaman obat, dan bidang lainnya terkait dengan pengembangan tanaman obat Indonesia. Farmasi UMP diikutsertakan dalam kegiatan ini dan merupakan satu-satunya perguruan tinggi swasta dalam acara tersebut. Bukan tanpa alasan Farmasi UMP mendapatkan posisi tersebut, kelengkapan peralatan laboratorium yang dimiliki Farmasi UMP dan dosen pakar Fitokimia dan bahan alam turut menjadi alasan mengapa hanya Farmasi UMP yang diundang ikut serta dalam kegiatan riset ini. Tiga dosen Farmasi UMP mengikuti acara tersebut yaitu Retno Wahyuningrum, M.Si.,Apt, Dr. Diniatik, M.Si.,Apt dan Zainur Rahman, M.Farm.,Apt

 

8 Dosen Farmasi UMP mengikuti PIT IAI 2018 di Pekanbaru

PEKANBARU - Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) kembali menggelar Kongres Nasional XX IAI dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) 2018 di Riau. Acara berlangsung 19, 20 dan 21 April 2018 bertempat di Lebersa Grand Hotel and Convenstiions Center. PIT adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh IAI. Acara ini sudah diselenggarakan diberbagai kota besar di Indonesia. PIT 2018 kali ini dihadiri sekitar 2.000 lebih peserta dari seluruh Indonesia. Beberapa stakeholder kefarmasian Indonesia turut memberikan sambutan pada acara ini. Acara dibuka oleh Kepala Badan POM yang diwakili Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif Dra Nurma Hidayat Apt M.Epid. Sambutan dan pembukaan oleh Menteri Kesehatan RI Nilla F Moeloek melalui vidio conference dilanjutkan oleh Direktur Jenderal Kefarmasian dan alat kesehatan Kementerian Kesehatan RI Dra Maura Linda Sitanggang, PhD Apt, Ketua Umum Pengurus Pusat IAI Drs Nurul Falah Eddy Pariang, Kadiskes Riau Mimi Yuliani. Hadir juga dalam acara ini yaitu Wakil Ketua III Panitia Dra Ellen Wijaya MM Apt, Ketua DPRD Riau, Komandan Korem 031 Wirabima, Kapolda Riau, Kejaksaan Tinggi Riau, Sekretaris Jenderal PP IAI Noffendri Roestam, SSi, Apt, Ketua Panitia Drs Sri Wahyono, Apt, Ketua PD IAI Riau, Dr Hilwan Yuda Teruna MSi Apt, mantan Kepala Badan POM Roy Sparingga.

Berbagai kegiatan akan dilaksanakan pada acara ini, Keynote Speech (Pakar Kefarmasian di Indonesia dan Manca Negara), Plenary Lecture, Workshop dan Simposium untuk berbagai minat kefarmasian (farmasi komunitas, Farmasi Rumah Sakit, Farmasi Industri, Teknologi farmasi dan Analisis, kosmetik dsb.) Presentasi Ilmiah Oral dan Poster, Pameran kefarmasian yang diikuti oleh industry farmasi dan alat kesehatan, istrumen analisi, bahan baku obat, kosmetik serta peralatan produksi, Pharmacist Award pemberian penghargaan bagi Pemakalah/Penelitian terbaik dan praktisi farmasi terbaik. Kegiatan ini diharapkan akan menjadi Forum yang dapat digunakan sebagai sarana bertemu Akademisi Farmasi , Praktisi kefarmasian Regulator dan Organisasi Profesi , untuk menghasilkan ide-ide baru dan kerjasama-kerjasama baru didalam rangka meningkatkan peran dan eksistensi Apoteker Indonesia di masa yang akan datang. Fakultas Farmasi UMP mengirimkan 8 orang dosen pada acara ini, 7 dosen diantaranya ikut serta pada acara simposium/workshop dan presentasi oral dan poster penelitian yang sudah dilakukan. Publikasi dalam bentuk oral dan poster ini memiliki banyak manfaat. Selain manfaat internal bagi dosen yang bersangkutan juga manfaat bagi institusi yaitu penilaian akreditasi akan semakin baik.

Diyas Hanifah Lolos dalam event PCE ITB 2017


Bandung - (PCE) merupakan salah satu dari agenda kegiatan Himpunan Mahasiswa Farmasi "Ars Praeparandi". Kegiatan ini berlangsung selama dua hari pada tahun 2017. Hari pertama, acara diisi dengan seminar mengenai bagaimana melakukan konseling yang baik dan benar kepada pasien, dan diwaktu yang bersamaan dilaksanakan babak penyisihan lomba konseling untuk level beginner yang berlokasi di Ruang Galeri Utama 1 Campus Center Timur ITB . Hari ke dua dilanjutkan dengan kegiatan final lomba konseling untuk level beginner dan advance. Seminar PCE berikut lombanya selalu diikuti oleh perwakilan fakultas farmasi dari seluruh Indonesia termasuk Fakultas Farmasi UMP yang selalu mempersiapkan mahasiswanya untuk berprestasi tidak hanya pada ranah akademiknya melinkan juga pada ranah non akademik sebagai penunjang mahasiswa d masa depan. Fakultas Farmasi UMP mengirimkan 4 delegasinya yaitu  Andi Nurul, Lisa Vijriyanti, Ai Rian Filzah N.R. dan Diyas Hanifah mereka masuk dalam level bagginer. Tahun ini mahasiswa Farmasi UMP dapat lolos pada babak final pada event tersebut. Hal ini merupakan prestasi yang sanget luar biasa karena dari tahun sebelumnya belum pernah meloloskan sampai pada tahap final. Fakultas Farmasi UMP sudah menyiapkan berbagai strategi untuk dapat mengikuti event farmasi bertaraf nasional maupun internasional agar mahasiswa farmasi UMP semakin berkualitas.

Alumni Profesi Apoteker UMP Cetak Apoteker Profesional


Komitemen terhadap sebuah profesi menjadi keharusan bagi setiap individu. Pasca prosesi Wisuda 59 Magister, Sarjana, dan Ahli Madya Universitas Muhammadiyah Purwokerto telah mencetak generasi yang profesional di berbagai profesi. Salah satu upaya untuk mengukuhkan profesi tersebut, UMP melalui Program Studi Profesi Apoteker pada 28 September 2017 menyelenggarakan penembilan Sumpah Apoteker Angkatan XXV di Java Heritage Hotel Purwokerto. Turut hadir Rektor UMP Dr. H Syamsuhadi Irsyad, M.H., Dekan Fakultas Farmasi Dr. Agus Siswanto, M.Si., Apt., Ketua Prodi Profesi Apoteker Dr. Nunuk Aries Nurulita, M. Si., Apt., Anggota Komite Farmasi Nasional Drs. Bambang Triwara Sp. Frs. Apt., Ketua Pimpinan Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Jawa Tengah, Kepala Dinas Kesehatan Banyumas dan Para Rohaniawan.

Sebanyak 115 apoteker dengan lantang mengucapkan sumpah Profesi Apoteker yang dipimpin oleh Rohaniawan Islam M. Muamar Lc., dan Rohaniawan Kristen Pdt Sthepanus Liem S. Pada kesempatan ini, Kaprodi Profesi Apoteker menyampaikan bahwa syarat calon apoteker untuk mengikuti sumpah apoteker harus dinyatakan lulus sertifikasi apoteker di Prodi Profesi Apoteker UMP dan lulus ujian kompetensi apoteker secara Nasional. Secara keseluruhan calon apoteker angkatan XXV mengalami peningkatan kuantitas lulusan secara Nasional dari dari angkatan sebelumnya. Ia juga berharap, angkatan selanjutnya kuantitas lulusan  mencapai 100%.

Sedangkan secara kualitas, pihak Prodi Profesi Apoteker telah memberlakukan syarat untuk lulus Profesi Apoteker minimal memiliki IPK 3.00. Hal ini supaya alumni profesi Apoteker UMP memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk melalukan praktik baik di bidang kefarmasian.  “Alumni kami sudah tersebar di seluruh bidang kefarmasian, seperti di bidang Industri, Dinas Kesehatan, dan Lembaga Pendidikan sebagai Tenaga Pendidik,” tambah Nunuk. Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Farmasi menyampaikan bahwa alumni profesi apoteker UMP mampu menjadi profesional yang handal di bidang kefarmasian. Praktik baik di bidang farmasi harus menjadi prioritas dalam melaksanakan profesi tersebut. Sejalan dengan itu, Anggota Komite Nasional Farmasi, menyebutkan bahwa profesi apoteker membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni di bidang farmasi. Alumni profesi apoteker UMP telah menyiapkan apoteker yang profesional.

 Ratri Rokhani peraih IPK tertinggi 3.97 mengatakan, pencapaian prestasi Alumni Profesi Apoteker Angkatan XXV UMP merupakan hasil kerja keras selama menempuh pendidikan. Sinergitas civitas akademik di program studi ini mampu menjadikan apoteker handal dan profesional. “Suatu kebanggaan dapat terlibat di Program Profesi Apoteker UMP karena tidak mudah untuk dapat bergabung dan menyelesaikan profesi apoteker,” kata Ratri. (Sls)

Pertama, Alumni UMP akan ujian terbuka Doktor di ITB


Purwokerto - Dia adalah Pratiwi Wikaningtyas S.Farm.,Apt.,M.Si yang saat ini bertugas sebagai dosen fakultas farmasi di salah satu perguruan tinggi bergengsi di Indonesia yaitu Institut Teknologi Bandung. Siapa sangka dia adalah alumni dari Fakultas Farmasi UMP yang dikabarkan akan segera melakukan ujian terbuka Doktoral yang sedang dijalaninya. Pratiwi adalah Alumni Fakultas Farmasi tahun 2007, berselang 10 tahun dari kelulusannya di UMP saat ini akan menyandang gelar baru yaitu Doktor bidang Farmasi Sains. Sungguh prestasi yang membanggakan bagi para dosen dan civitas akademika Farmasi UMP. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi yang besar bagi mahasiswa Fakultas Farmasi UMP saat ini. Temukan passion anda dimanapun tempat belajarnya.
 

Mantan anggota DPRD memberikan kuliah umum di Fakultas Farmasi UMP



Purwokerto – Drs. Jamaludin Al J Efenddi, M.Farm.,Apt, mantan anggota DPRD dan saat ini menjabat sebagai ketua pengurus daerah Jawa Tengah Ikatan Apoteker Indonesia, Kamis 28 September 2017 hadir di tengah mahasiswa S1 Farmasi UMP. Beliau memberikan kuliah umum kepada mahasiswa mengenai “Profil dan Prospek Pekerjaan Kefarmasian di Indonesia” di Aula FK UMP.
 
Menurut Drs. Jamaludin Al J Efenddi, M.Farm.,Apt, kuliah umum ini merupakan bentuk sarana berbagi ilmu untuk dapat meningkatkan motivasi bagi para mahasiswa baru di lingkungan kampus Farmasi UMP. Seperti diketahui Drs. Jamaludin Al J Efenddi, M.Farm.,Apt sudah malang melintang dalam dunia pekerjaan kefarmasian. Praktek di Apotek dan menjadi Ketua PD IAI Jawa Tengah adalah kesibukanya saat ini. Dengan posisinya saat ini perkembangan dan isu dalam dunia kefarmasian dapat dengan mudah beliau dapatkan sehingga perlu disampaikan kepada para mahasiswa.
 
Page 1 of 9