Berita
Permen Anti-Corona (Anti-Cough From Onion), Inovasi keren PKM-P Mahasiswa Farmasi UMP
Kamis 26 Agustus 2021      Berita
Permen Anti-Corona (Anti-Cough From Onion), Inovasi keren PKM-P Mahasiswa Farmasi UMP

Permen Anti-Corona (Anti-Cough From Onion), Inovasi keren PKM-P Mahasiswa Farmasi UMP

 

Pandemi bukanlah alasan bagi mahasiswa untuk tidak berinovasi. Demikian yang dipahami oleh tim Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dengan penemuan terbarunya, yaitu permen Anti-corona. Namun, permen Anti-corona yang dimaksud bukanlah virus corona penyebab Covid-19. Namun, corona sesungguhnya adalah singkatan dari “Anti Cought From Onion” atau disebut sebagai obat anti batuk dengan bahan baku bawang merah.

Permen berbahan dasar bawang merah tersebut merupakan sebuah inovasiyang lolosdalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) kategori Penelitianyang diselenggarakan dan didanai olehl Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek.

Ide inovasiproduk  ini terinspirasi dari salah satu teman anggotagrup PKMyang kebetulan sakit Covid-19, dengan salah satu gejalanya batuk. Ternyata dengan mengonsumsi bawang merah dapat cukup meredakangejalabatuyang dirasakan.  Kemudain dilakukanstudi literatur dari berbagai penelitian yang dilakukan terkait dengan bawang merah. Berdasarkan pada penelitian yang telah dilakukan, ternyata bawang merah bermanfaat untuk meredakan batuk karena adanya kandungan Allicin yang berungsi sebagai antibakteri.

"Ide awalnya pada saat mau pengusulan proposal PKM dan sudah dalam situasi pandemi, dan pada saat itu salah satu teman saya terjangkit Covid-19 dan mempunyai gelaja batuk. Dan dari rekan kami kalau dia batuk, dia makannya bawang merah mentah saja yang dipotong. Sedangkan kekurangan dari bawang merah yang tidak diapa-apain itu dari rasanya dan baunya yang tidak enak. Dari dua kekurangan itu kami ber-inovasi bagaimana agar bawang itu dapat dikonsumsi oleh masyarakat lainnya, makanya kami berinovasi mengubah bawang merah dijadikan ekstrak dan kemudian dijadikan permen," ucap Risti Ainun Nisa, Ketua program PKM ini.

Risti Ainun Nisamenjelaskan, proses pembuatan permen Anti-corona yang memiliki singkatan Anti Cough From Onion ini dimulai dari mendapatkan zat aktif dalam bawang merah tersebut. Dengan cara ekstraksi bawang merah selanjutnya dilakukan proses pembuatan produk permen. Risti dan teman-teman setimnya yaituRyan Wody Prawidasary, Aldy Tri Renaldy, Angelia Yuliana Safitri, dan Uzma Eliyanti awalnyamengalami kesulitan pada saat memformulasikan ekstrak bawang tersebut dengan bahan pembuat permen.

"Kesulitannya saat percobaan di formulasinya kalau gagal nempel dan meleleh, sehharusnya tetap keras. Jadi tingkat kepadatannya kadang sulit, dan percobaan dilakukan sekitar 1 bulan," Ujarnya, Risti . Namun akhirnya dengan kesungguhan dan percobaan trial error yang dilakukan akhirnya produk permen dengan kualitas yang baik.

Terkait proses pembuatan permen Anti-corona ini, Dr. apt. Indri Hapsari MSi. Selaku pembimbing program PKM ini menuturkan,bahwa tidak adatidak ada pengawet sama sekali,dansemua bahan yang dibuat berasal daribahan-bahan alami.
”Selama ini masyarakat banyak menggunakan bawang merah sebagai obat batuk. Namun dengan cara dikonsumsi langsung atau diberi madu dan tentu saja rasanya masih terasa tidak enak. Karena itu, mahasiswa Farmasi UMP melakukan inovasi dengan mengolah ekstrak bawang merah dan madu menjadi permen yang khasiatnya sama, namun dengan rasa dan kemasan lebih menariksebagai pelega tenggorokan. Jadi masyarakat tidak perlu lagi repot-repot menumbuk bawang merah dan sebagainya, cukup dengan mengonsumsi permen anti corona saja,” katanya.

Atas temuan tersebut, saat ini produk permen Anti-corona sudah mulai banyak yang memesan, mulai dari puskesmas hingga kalangan apotek. Dan harganya juga cukup terjangkau hanya Rp 9.000 dan berisi 10 biji permen anticorona tersebut.Namun demikian, Risti dan timmasih terus akan berinovasi mengembangkan formula ini agar ke depan lebih baik. "Produksinya belum banyak, ini masih proses sebenarnya, tapi sudah ada permintaan dari beberapa teman juga. Kamiterus berinovasi, karena namanya formulasi itu kan pasti ada inovasi, tidak langsung sekali jadi. Tutup Dr. Apt. Indri Hapsari

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait

Farmasi Terkini