Berita
Inovasi Grup KKN Beranggotakan Mahasiswa Fakultas Farmasi UMP
Rabu 22 September 2021      Berita
Inovasi Grup KKN Beranggotakan Mahasiswa Fakultas Farmasi UMP

BILAS (Bilik Anosmia) Inovasi Grup KKN Beranggotakan Mahasiswa Farmasi UMP dalam Relawan Penanganan Pasien Covid-19

 

Mahasiswa Fakultas Farmasi bersama tim KKNnya berhasil membuat inovasi BILAS (Bilik Insomnia). Karya grup mahasiswa ini diciptakan dalam rangka kegiatan KKN dan Relawan penanganan pasien Covid-19 di daerah Banyumas pada bulan Agustus 2021. Anosmiamerupakan hilangnya fungsi indera penciuman, penyebab terjadinya anosmia pada umumnya dikarenakan adanya gangguan pada sel saraf penciuman yang dapat diakibatkan sinusitis, tumor, infeksi, cedera kepala dan lain-lain. Orang yang mengalami anosmia tidak bisa mencium aroma apapun.Pasien yang telah terdiagnosa Covid-19 umumnya mengalami gejala ini. Diketahui butuh waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan untuk memulihkan fungsi indera penciumannya kembali setelah pasien dinyatakan sembuh dari covid-19.

Minyak kayu putih merupakan salah satu jenis minyak atsiri atau minyak menguap yang memiliki aroma yang tajam yang mampu merangsang indra penciuman sehingga minyak kayu putih dapat digunakan untuk membantu pemulihan pasien covid-19 dari gejala ansomnia yang dirasakan. “Ide untuk membuat bilik anosmia ini sebenarnya muncul saat melihat Intagram Bapak Bupati Banyumas yang menggunakan kayu putih untuk terapi, namun supaya lebih efektif maka kita buat bilik, sehingga uap minyak kayu putihnya lebih banyak yang terhirup,” kata  Sultan Dzikrillah Akbar, salah satu mahasiswa KKN.

Dalam teknisnya, mahasiswamenggunakan uap minyak kayu putih dalam bilik kaca.Uap minyak kayu putihdimanfaatkan untuk terapi pasien Covid-19 yang mengalami anosmia. Untuk membuat uap digunakan 240 hingga 250 mililiter air biasa dicampur 10 hingga 15 tetes minyak kayu putih. Campuran air dan minyak kayu putih tersebut dimasak dalam bilik kaca hingga mendidih. Setelah itu, penderita anosmia diminta memasukkan wajahnya dalam kaca dan menghirup langsung uap dari minyak kayu putih yang sudah dididihkan.Inovasi bilik ansomnia ini digunakan untuk terapi pasien covid-19 yang berada di tempat karantina Pondok Selamet, Baturraden.

Berdasarkan penuturan Sultan Dzikrillah Akbar, anggota grup KKN yang merupakan mahasiswa Fakultas Farmasi UMP diketahui banyak pasien yang merasa terbantu dalam proses pemulihan indera penciumannya setelah terapi dengan bilik ansomnia. Dalam satu hari, penderita anosmia hanya cukup satu kali melakukan terapi di bilik anosmia. Biasanya setelah penghuni tempat karantina melakukan senam bersama, berjemur dan dilanjutkansarapan dan beristirahat sebentar, pasien akan melakukan terapi ansomniaanosmia secara bergantiandan selalu  dilakukan sterilisasi sebelum dipergunakan untuk pasien selanjutnya.

Rekan Sultan Dzikrillah Akbar juga mengatakan, “Untuk waktu sembuhnya beragam, ada yang tiga hari sudah sembuh untuk yang bergejala ringan, ada juga yang membutuhkan waktu sampai dengan 7 hari, jadi tergantung kondisi kesehatan masing-masing,” tutur Nur Amalia yang juga merupakan mahasiswa fakultas farmasi. BupatiBanyumas, Ir. Achmad Husein menyambut baik dan mendukung adanya inovasi karya mahasiswa fakultas farmasi UMP. Menurut penuturan beliau, mahasiswa KKN yang diterjunkan sebagai sukarelawan Covid-19 telah berhasil menaklukan tantangan dengan melahirkan inovasi baru. Meskipun konsepnya sederhana, berupa bentuk terapi uapakan tetapi bisa membantu dan bermanfaat bagi para pasien covid-19 yang menderita gejala ansomnia.

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait

Farmasi Terkini