Berita
Laboratorium Fakultas Farmasi Membuka Peluang Layanan Pengujian Produk UMKM
Senin 13 Juli 2020      Berita

Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto menerima kunjungan dari Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM)  Kabupaten Banyumas pada hari Jum’at tanggal 10 Juli 2020. Pihak Loka POM yang hadir diwakili oleh Suliyanto, S.H., M.H selaku Kepala Loka POM dan apt. Winanto, S.Si., M.Si dan Wildan Anugrah Fahrozy, S.Kom  Dalam kunjungan ini Loka POM menyampaikan beberapa masalah terkait proses pengajuan registrasi untuk produk obat tradisional. “ Saat ini di wilayah Banyumas belum ada laboratorium terakreditasi yang melayani uji lab produk-prouk UMKM sehingga ini menimbulkan keresahan para pengusaha obat tradisional dan UMKM di Banyumas untuk memenuhi persyaratan registrasi berupa uji lab yang harus dilakukan oleh laboratorium yang sudah terakreditasi.   Harapan kami adalah Fakultas Farmasi UMP bisa memfasilitasi para pengusaha tersebut untuk melakukan pengujian produk-produk di laboratorium yang ada di sini ” Ujar Suliyanto, S.H., M.H selaku kepala Loka POM Kabupaten Banyumas.  Pihak Loka POM  Banyumas juga menghimbau penelitian dari dosen Fakultas Farmasi UMP dapat dihilirisasi oleh pengusaha OT di Banyumas.  Selain itu Loka POM Kabupaten Banyuma mengajak kerjasama dengan melibatkan Mahasiswa Fakultas Farmasi UMP untuk publikasi dan edukasi mengenai badan POM dan juga terkait keamanan makanan, obat dan obat tradisional.

“Saat ini Fakultas Farmasi UMP sedang mengajukan proses akreditasi laboratorium.  Sehingga nantinya  dapat memfasilitasi dan membuka layanan pengujian produk UMKM  di wilayah Banyumas untuk keperluan registrasi” Kata apt. Didik Setiawan, Ph.D selaku Dekan Fakultas Farmasi UMP. Beberapa hasil kunjungan Loka POM ini adalah  adanya kemungkinan untuk membuka kerja sama praktek kerja profesi apoteker dengan industri obat tradisional di Banyumas dan memunkinkan untuk melibatkan mahasiswa dalam hal publikasi publikasi dan edukasi mengenai badan POM dan juga terkait keamanan makanan, obat dan obat tradisional.

“ Kendala hilirisasi produk obat bahan alam dosen Fakultas Farmasi UMP yang sudah adalah ketersediaan bahan baku tertentu di wilayah banyumas. Kedepannya dapat menggunakan  sumber daya alam yang melimpah di wilayah Banyumas  dalam penelitian obat bahan alam sehingga hasil penelitiannya dapat digunakan oleh pihak produsen obat tradisional “ Ujar Didik

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait

Farmasi Terkini