Berita
Karya Enterpreneur Kreatif dari Mahasiswa Fakultas Farmasi
Kamis 4 Agustus 2022      Berita
Karya Enterpreneur Kreatif dari Mahasiswa Fakultas Farmasi

Dep Culture Imagine, Karya Enterpreneur Kreatif dari Mahasiswa Fakultas Farmasi

Mahasiswa Farmasi selalu memiliki image mahasiswa yang super duper sibuk dengan kegiatan perkuliahan dan praktikum.. Namun ternyata kepadatan perkuliahan dan praktikum di fakultas farmasi tidak menghalangi Irsyad Hanif Fadhlullah, Oy Abdulfattah Fadhlullah, dan Angga Pratama, 3 orang mahasiswa dari fakultas Farmasi UMP untuk menyalurkan passion enterpreneurnya yang tidak melulu berhubungan dengan bidang farmasi. Berlandaskan semangat entrepreneurship dan gagasan kreatif, ketiga mahasiswa farmasi tersebut merintis usaha fashion dengan brand Dep Culture Imagine. Dalam acara Enterpreneur Talk yang ditayangkan melalui live Instagram cdc_ump pada tanggal 19 Juli 2022 lalu, ketiga mahasiswa fakultas Farmasi UMP tersebut memperkenalkan produknya.

Dep Culture Imagine, atau Imajinasi Budaya Indah merupakan produk fashion yangmemiliki filosofi danbertujuan memperkenalkan kepada khalayak luasbahwa banyak budayadi Indonesiayang unik dan belum dikenalatau tidak mendapatkan perhatian darimasyarakat.Sehingga sebagai generasi muda, Irsyad, Oy, dan Angga tergugah untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya tersebut.Konsumen Dep Culture Imagine dapatbelajar budaya sekitar melaluiproduk fashion mereka. Misalnya, masyarakat dapat mengenal dan mengetahui kain tenun asli asal Jepara yang digunakan dalam salah satu produk mereka.

Berdiridan suksesnyasuatu usaha atau bisnis tentubukan hal yangdapat dicapai secara  instan atau langsung. Banyak kisah pengusaha sukses berawal dari dirintisnya usaha sejak kecil hingga bisa berkembang dengan pesat dan sukses. Salah satu cara untuk meningkatkan jumlah wirausaha yang ada di dunia perkuliahan adalah dengan mendorong mahasiswa untuk berwirausaha. Kebanyakan kendala bagi seseorang terutama mahasiswa yang mencoba untuk memulai usaha dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti takut mencoba, keterbatasan modal, inovasi, dan niat. Keempat faktor tersebut sebenarnya bisa diatasi jika seseorang memiliki pemikiran yang positif dan kreatif.  

Mahasiswa sebagai calon penerus bangsa harus menyikapi semua tantangan dengan baik untuk bisa memanfaatkan peluang yang ada.Entrepreneur yang masih berstatusseorang mahasiswa, tentunyajuga harus bisamenyeimbangkan antara belajar dan bekerja membutuhkan usaha ekstra dan kerja keras. Terutama dalam hal membagi waktu untuk mengikuti perkuliahan dan mengurus bisnis yang dijalankan. “Kunci dalam membagi waktu antara perkuliahan dan berbisnis yakni dengan dapat menjalani, menikmati, dan mensyukuri apa adanya dimana untuk menggapai keseimbangan dalam membagi waktu dengan lebih maksimal” tuturIrsyad.

Meskipun saat iniketiga mahasiswa founder Dep Culture Imagine sudah berhasil menjalankan usahanya dengan baik, namun mereka tetap berharap adanya dukungan dari kampus UMP berupawadah khusus dan panggung bagipara mahasiswa untuk berwirausaha sehingga produk mereka dapat dikenal dengan lebih luas oleh masyarakat terutama bagiCivitas Akademika UMP. Peran pendidikan khususnya pada perguruan tinggi tentu sangat penting untuk menumbuhkan minat mahasiswa dalam berwirausaha sehingga terbatasnya lapangan pekerjaan tidak lagi menjadi masalah besar karena mahasiswa sudah mampu menjalankan usaha sendiri. Dukungan dan bimbingan dari universitas terkait dengan entrepreneurship tentu akan selalu sangat dibutuhkan oleh mahasiswa UMP pada umumnya, tidak hanya dari mahasiswa prodi Ekonomi dan Bisnis.

“Yang namanyausaha itu tidak mungkin hanya mendapatkan kesenangan saja. Pasti dalam suatu titik kita pernah mengalami titik terendah, entah itu sedang krisis pendanaan, entah itu hubungan personil yang renggang. Semua kembali ketujuan awal dan terus tetap menjalankan usaha dengan penuh kesabaran”. Tutup Oy Abdulfattah Fadhlullah.

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait

Farmasi Terkini