Berita
Banjir Kemranjen Kembali Meluap, Longsor Sumpiuh Memakan Korban Jiwa
Minggu 22 November 2020      Berita
Banjir Kemranjen Kembali Meluap, Longsor Sumpiuh Memakan Korban Jiwa

Banyumas Raya kembali didatangi bencana. Hujan deras kembali mengguyur bagian selatan Kabupaten Banyumas tepatnya Kecamatan Kemranjen hingga mengakibatkan lima (5) desa (Sirau, Sidamulya, Grujugan, Kebarongan, Kedungpring) terendam banjir setinggi kurang lebih 80 cm.

Kini warga telah antisipasi datangnya banjir kedua “Hujan lebat mengguyur Kemranjen mengakibatkan kenaikan air pada pukul 02.00 WIB dini hari di area persawahan, pemukiman warga, dan ladang. Warga telah waspada tidak tidur semalaman karena sudah tau akan datang banjir lagi” ujar Aisyah tim MDMC Banyumas.

Mengetahui adanya banjir kedua, IMM UMP beserta relawan lainnya turut membantu assesment dan logistik warga di Desa Sirau,Desa Sidamulya dan Dusun Pacar Malang. Situasi COVID-19 ini tak menyurutkan semangat relawan IMM UMP dan relawan lainnya bersama Tim MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) melakukan pendataan ke rumah-rumah warga, ada sejumlah 901 warga terdampak banjir di Kecamatan Kemranjen.

 

Curah hujan yang tinggi beserta angin mengakibatkan tanah longsor di Kecamatan Sumpiuh. Longsor memakan satu (1) korban jiwa (42 tahun) di Desa Bogangin Kecamatan Sumpiuh dan korban hilang empat (4) jiwa di Desa Banjar Panepan Kecamatan Sumpiuh, dua (2) rumah warga terdampak di Desa Banjarsari Kecamatan Ajibarang, dan banjir Dusun Mendahan, Desa Klandaka, Kec. Sumpiuh 120 jiwa terdampak.                                            

Info terkini sepuluh (10) kecamatan di Banyumas telah terjadi banjir dan longsor, yaitu Kecamatan Kemranjen (banjir), Kecamatan Sumpiuh (banjir dan longsor), Kecamatan Ajibarang (longsor), Kecamatan Patikraja (longsor), Kecamatan Pekuncen (longsor), Kecamatan Lumbir (longsor), Kecamatan Wangon (longsor), Kecamatan Tambak (banjir dan longsor), Kecamatan Kebasen (longsor), Kecamatan Purwokerto Barat (longsor).

Saat ini kebutuhan mendesak warga ialah uang dan sembako “Warga lebih membutuhkan bantuan berupa uang karena lebih mudah untuk mengelolanya, dan sembako, karena banyak warga yang perekonomiannya terganggu akibat banjir ini” ujar Aisyah Tim MDMC Banyumas.

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait