Farmasi UMP

Farmasi UMP

Ciptakan Pasta Gigi Lendir Bekicot Terobosan Baru Pencegahan Karies Gigi

  


Ciptakan Pasta Gigi Lendir Bekicot Terobosan Baru Pencegahan Karies Gigi
                                                 
Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki prevalensi tinggi terhadap karies gigi. Salah satu penyebabnya adalah bakteri Streptococcus mutans. Karies gigi merupakan penyakit jaringan keras gigi yang masih banyak ditemukan di Indonesia pada usia anak-anak ataupun usia dewasa dengan prevalensi berkisar antara 85-99%, sehingga perlu dilakukan pencegahan untuk menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans penyebab karies gigi. Dasar inilah yang mendorong inisiatif tim mahasiswa peneliti Fakultas Farmasi UMP sebagai langkah solutif mengatasi salah satu permasalahan masyarakat Indonesia tersebut.

Salah satu hama tanaman yang sering dibuang karena dianggap meresahkan masyarakat, bekicot merupakan hewan yang cukup rakus memakan tanaman. Bekicot (Achatina fulica) merupakan hewan bertubuh lunak (Molusca) yang tidak memiliki tulang belakang. Tim peneliti mahasiswa farmasi UMP melakukan peneltian terhadap kandungan lendir bekicot agar hama tanaman tersebut dapat dimanfaatkan. 

Melakukan rangkaian proses panjang penelitian kandungan lendir bekicot, ternyata memiliki senyawa aktif sebagai antikaries gigi yaitu protein achasin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Ikatan antara protein achasin dan protein enzim pada membran bakteri dapat dijadikan dasar pembuatan bahan baku untuk terapi pada infeksi karies gigi. Protein yang berpotensi menghambat bakteri gram positif dan gram negatif adalah glikopotein memiliki zona hambat sebesar 17,5 mm. Oleh karena itu, TIM PKM-PE Fakultas Farmasi UMP yang diketuai oleh Nofita Fitri Kurniasih bersama Rahma Fauzia Madaningrum dan Nurvidian Khasanah yang dibimbing oleh Ibu Erza Genatrika, M.Sc., Apt melakukan penelitian terhadap lendir bekicot (Achatina fulica) untuk memberikan solusi alternatif terhadap penyebab karies gigi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans dalam bentuk sediaan pasta gigi gel (gel toothpaste) yang bernama “Gelecot Toothpaste”.
Penelitian ini telah berhasil lolos dalam seleksi di Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi RI pada akhir 2018. Sampai saat ini penelitian berlanjut pada tahap produksi masal pasta gigi gel yang berbahan dasar lendir bekicot. Dengan hadirnya "Gelecot Toothpaste" sebagai terobosan baru pencegahan karies gigi maka kita telah memanfaatkan dan  mengurangi hama tananaman yang selama ini meresahkan lingkungan masyarakat.
 

SUDAHKAH AKU MERINDUKAN DIA SEBAGAIMANA DIA MERINDUKANKU

PENGUMUMAN
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ada acara spesial nih dari BEM Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto di bulan Maret

——–TABLIGH AKBAR——–

dengan tema spesial

“SUDAHKAH AKU MERINDUKAN DIA SEBAGAIMANA DIA MERINDUKANKU”

Catet tanggalnya yaa

? Ahad, 03 Maret 2019
?: Masjid KH. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah purwokerto
⏰: 08.30 WIB - Selesai

? FREE HTM
? TERBUKA untuk UMUM

Dengan pembicara yang spesial pastinya yaitu

"Ustadz La Ode Munafar"
Founder Indonesia tanpa pacaran
Penulis buku born to be leader


Wah keren bangett yaaaa. 
Nah, jangan lupa siapkan semangat dan waktu kalian untuk hadir ya. 

Pendaftaran dapat dilakukan dengan mengisi Form Pendaftaran di >>>  klik di sini

Atau bisa juga dengan mengisi Format pendaftaran dengan cara : TablighAkbarFF_Nama_Asal_Status (Pelajar/Mahasiswa/Umum) 
Lalu kirim ke CP dibawah ini 

MORE INFO:
Ikhwan:  082214797914 ( Hilman )
Akhwat : 087873838406 ( Uji )

Batas akhir pendaftaran via Wa dan Google form tanggal 28 Februari 2019 pukul 23.59 WIB

#TablighAkbar
#Departemenagama
#Bemfarmasiump
#Universitasmuhammadiyahpurwokerto

Dosen Farmasi UMP Terpilih Menjadi Peneliti WHO


Raut wajah bangga dan bahagia nampak jelas dari dosen farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Didik Setiawan PhD Apt. Dosen yang merampungkan studi doktoralnya di negeri Kincir Angin ini terpilih menjadi satu-satunya peneliti dari Indonesia yang dipilih World Health Organization (WHO). Didik terpilih setelah penelitiannya selama studi doktoral tentang kanker serviks di publikasikan secara internasional. Di Indonesia sendiri, peneliti kanker serviks yang mempublikasikan penelitiannya secara internasional kata dia, baru dia seorang. "Sepertinya belum ada yang dipublikasikan secara internasional," katanya.

Ia pun mengaku sangat tidak menyanga bisa terpilih menjadi satu di antara puluhan atau mungkin ratusan orang untuk meneliti kanker serviks yang menjadi program WHO. "Tidak terbayangkan sebelumnya, bisa dianggap sebagai peneliti yang kompeten di level dunia. Sangat bersyukur, ini suatu kebanggaan bagi saya. Semoga apa yang diketahui bisa bermanfaat bagi orang lain," kata dia. Didik mengatakan, kemungkinan ia terpilih karena penelitian kanker serviks yang dipublikasikan secara nasional saat ini hanya ia seorang dari Indonesia. Sementara Indonesia merupakan satu negara yang menjadi perhatian terkait kanker serviks.

"Kanker serviks ini menduduki peringkat kedua setelah kanker payudara, kanker yang diderita wanita di dunia," katanya. Ia sendiri mengaku tertarik meneliti kanker serviks dalam studi doktoralnya. Karena selain banyaknya penderita, kankers serviks juga sangat mudah menular melalui kontak genital. Sebagai bahan penelitiannya, ia mengkaji berbagai penelitian kanker serviks di dunia terkait pencegahan kanker serviks. Dan sekitar tahun 2006, sudah ditemukan vaksin untuk mencegah virus HPV. Namun, dengan biaya yang sangat mahal. "Kanker serviks ini masalahnya jelas. Butuu biaya mahal untuk mengobati, selain itu penderita juga kasihan. Sementara jika kita bisa melakukan sesuatu untuk mengubahnya, kenapa tidak. Ini harusnya diperjuangkan," katanya.

Sebelumnya, ia mengaku sudah ke komisi IX DPR RI, supaya vaksinasi HPV menjadi program nasional. Sebab, hingga saat ini vaksin HPV sudah diberikan di Indonesia. Namun, karena biayanya yang mahal mencapai Rp 500 ribu setiap sekali vaksin, pemberian vaksin tersebut mengacu skala prioritas dengan penderita kanker serviks terbanyak di Indonesia. Karena, pemberian vaksin HPV harus 2 kali, sehingga per orang membutuhkan biaya sekitar Rp 1-1,5 juta untuk vaksin HPV. Pemberian vaksi HPV di Indonesia, sementara baru dilakukan secara di beberapa kota. Di antaranya DKI Jakarta, Yogyakarta, Bali, Makassar, Manado dan Surabaya. Vaksin diberikan kepada anak-anak perempuan saat di kelas 5 dan 6 SD atau sekitar usia 9-13 tahun.

Kanker serviks sendiri kata dia bukan hanya menyerang wanita saja. Karena kanker serviks akan menular melalui kontak genital, bisa menyerang bagian apa pun yang mengalami kontak genital dengan penderita. WHO kata dia tengah mempunyai program ingin menghilangkan kanker serviks di dunia. Targetnya kata dia sekitar tahun 2030 dunia sudah tidak lagi ada kasus terinveksi kanker serviks.  "WHO ini mencari peneliti di dunia yabg meneliti pencegahan kanker serviks. Dan di Indonesia alhamdulillah saya terpilih. Mekanismenya pun sebenarnya sudah jelas, karena sudah diketahui penyebabnya virus HPV dan sudah ada vaksinnya. Harapannya setelah penelitian ini nanti sudah tidak ada penyebaran virus HPV," katanya.

Ia bersama tim peneliti  dari negara lain akan melalukan penelitian selama satu tahun ke depan. Yang semuanya dibiayai full oleh WHO dengan sasaram negara miskin dan berkembang. Indonesia termasuk menjadi satu negara yang diteliti. Untuk mengawali penelitian tersebut, ia bersama tim peneliti lainnya akan bertemu di Geneva Switzerland untuk pertemuan membahas skenario penelitian selama satu tahun ke depan. "Kami belum tahu akan seperti apa sistemnya, yang pasti nanti di Geneva kita akan melakukan presentasi desain pemusnahan kanker serviks di dunia. Targetnya, eradikasi kanker serviks di dunia sudah mulai kelihatan. Karena kendalanya harga tetap mahal," ujarnya.(*/Tgr)

PHARMACEUTICAL ESSAY COMPETITION


PHARMACEUTICAL ESSAY COMPETITION
“EKSPLORASI TANAMAN HERBAL SEBAGAI UPAYA UNTUK CHRONIC DISEASES TREATMENTS”
Sub Tema :
Diabetes Mellitus
Jantung
Epilepsi
Stroke
Kanker
# Persyaratan peserta:
  • Mahasiswa aktif S1/D3 Perguruan Tinggi Negeri/Swasta Fakultas Farmasi  semester 2-8 di seluruh Indonesia (dibuktikan dengan scan KTM).
  • Lomba bersifat individu.
  • Karya harus orisinil dan belum pernah diikut sertakan dalam kompetisi sejenis.
  • Peserta hanya dapat mengirimkan maksimal 3 karya.
  • Peserta wajib mengisi form pendaftaran dan melakukan registrasi pembayaran.

# Waktu pelaksanaan :
  • Pendaftaran                        : 21 Februari – 21 Maret 2019
  • Pengumpulan karya           : 22 Maret – 31 Maret 2019
  • Penjurian                            : 1 – 5 April 2019
  • Pengumuman pemenang    : 7 April 2019
  • Konfirmasi                           : 7 s/d 9 April 2019

# Mekanisme pendaftaran :

Peserta mengisi kelengkapan berkas pendaftaran yang dapat diunduh di http://www.farmasi.ump.ac.id
Peserta membayar biaya registrasi sebesar Rp. 50.000,- / karya
Pembayaran dilakukan melalui transfer ke no rekening 5043032129 (BRI) a.n. Diyas Hanifah Indrawati paling lambat pembayaran sesuai dengan batas akhir pendaftaran pukul 24.00 WIB.
Setelah melakukan pembayaran: peserta diwajibkan melakukan konfirmasi kepada pihak panitia maksimal 1x24 jam dengan format: Registrasi_PEC_Nama lengkap_Nama instansi/Lembaga_S1/D3 ke Diyas (085326870310)

LINK PENDAFTARAN

Info lebih lanjut:
Contact Person  :  Anggita (089677517181) / Raodatul (085240159923)
Email                 : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Instagram           : @farmasi_ump
                             @bemfarmasiump
Web Site            : www.farmasi.ump.ac.id
Alamat              : Sekre BEM FARMASI, komplek gedung O Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. Raya Dukuhwaluh Kab. Banyumas KodePos 53182 Telp. 083824070601

Download Alur Pendaftaran
Lembar Pernyataan Orisinalitas
Lembar CV Peserta
Buku Panduan
Page 1 of 12