
Pelaksanaan Perkuliahan Model Hybrid di Fakultas Farmasi UMP
Purwokerto Mei 2021 – Sejak tanggal 24 Mei 2021. Model perkuliahan hybrid secara efektif telah dilaksanakan di fakultas Farmasi UMP. Kegiatan perkuliahan dengan model hybrid di fakultas farmasi UMP merupakan tindak lanjut dari SK Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto NomorA5.ll/755 –S.Pb./UMP/IV/2021. Mengenai perkuliahan hybrid di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Model perkuliahan hyrbrid atau modelHybrid Learningsering disebut juga sebagai blended learning yaitusebuah model pembelajaran campuran antara online learning dengan face to face learning(offline learning)atau metode konvensional kegiatan tatap muka di kelas.
Teknis pelaksanaan perkuliahan adalah dengan sistem campuran online-offline dimana dosen mengajar di kelas seperti pada umumnya dan dihadiri oleh sejumlah mahasiswa yang sudah terdaftar mengikuti perkulihan secara offline. Kegiatan perkuliahan metode hybrid ini juga sudah didukung dengan tambahan fasilitas khusus di kelas, yaitu seperangkan komputer khusus, kamera dan monitor untuk menyiarkan perkuliahan secara online serta tambahan dari LCD dan layar di kelas agar mahasiswa lebih nyaman mengikuti perkuliahan secara offline. SOP perkuliahan hybrid bagi dosen maupun mahasiswa juga sudah tersedia untuk dilaksanakan. Dengan adanya perkuliahan dengan model hybrid mahasiswa yang mengikuti perkuliahan offline tetap dapat menerima kegiatan belajar mengajar secara langsung dengan protokol Kesehatan yang ketat. Sedangkan bagi mahasiswayang berada di luar kota tetap dapat merasakan suasana pengajaran yang sama seperti di kelas melalui Platform Zoom.
Berdasarkan penuturan apt. Binar Asrining Dhiani PhD. selaku wakil dekan III bidang kemahasiswaan fakultas farmasi UMP, “Fakultas merespon baik tentang persiapan perkuliahan hybrid oleh Univ yang dilaksanakan mulai 26 April dengan melakukan beberapa langkah persiapan antara lain melakukan sosialisasi kepada dosen, mahasiswa dan seluruh karyawan termasuk persiapan penggunaan teknologi. Dan juga para dosen sangat berharap dengan sistem hybrid ini akan memperbaiki sistem perkuliahan online yang dirasakan sangat kurang memenuhi ketercapaian kondisi ideal pembelajaran.”
“Menurut kami, saat ini dan minimal mulai semester depan, sistem ini merupakan sistem yang paling tepat. Tuntutan pencapaian kompetensi lulusan meniscayakan bentuk pembelajaran yang tidak 100% online, sehingga dengan sistem hybrid, diharapkan tuntutan pemenuhan pencapaian kompetensi dapat terpenuhi di tengah situasi yang seperti ini.” Tambahnya.


Meskipun dibuka kesempatan bagi mahasiswa fakultas farmasi untuk dapat mengikuti perkuliahan secara offline di kampus, namun terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu mahasiswa dalam kondisi sehat dibuktikan dengan hasil tes genose atau swab antigen covid-19, Serta sudah mendapatkan izin mengikuti pekuliahan hybrid dari orang tua/wali.Sosialisasi terkait dengan perkuliahan hybrid dari fakultas farmasi kepada mahasiswa juga telah dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2021 secara online melalui Platform Zoom.
Berdasarkan data yang didapatkan, diketahui terdapat total 49mahasiswa yang terdaftar dan telah memenuhi syarat untuk mengikuti perkuliahan offline di kampus. Dari49Mahasiswa tersebut22orang Berasal dari Angkatan2018,17orang dari Angkatan 2019, dan 10orangdari Angkatan 2020.
Setelah berjalan efektif selama satu minggu sejak 24 Mei 2021, sistem perkuliahan hybrid ini mendapat tanggapan positif dari mahasiswa karena menurut beberapa mahasiswa yang sudah melaksanakan perkuliahan hybrid, model perkuliahan ini merupakansolusi yang tepat untuk perkuliahan bagi mahasiswa farmasiyang sudah jenuh dengan perkuliahan online namun tetap dapat mengikuti perkuliahan tatap muka dengan protokol Kesehatan.
“Antusiasme dan daya tangkap materi mahasiswaterhadap perkuliahan onlinesemakin kesini semakin menurun. Seperti hanya fokus terhadap absen dan mengerjakan kuis, tapi tidak menyimak materi Zoom secara seksama, Karena ilmu farmasi memang lumayan kompleks, dan harus dipahami dari pengajar secara langsung” ujar RR Devi Permatasari mahasiswa semester 4.
Adapun kesan dari beberapa mahasiswalain Angkatan2020 yang telah atau sedang mengikuti perkuliahan hybrid menyatakanbahwa, pelaksanaansistem perkuliahan hybrid sudah terselenggaradengan sangat baik, perkuliahan hybrid ternyata lebih asik karena bertemu dengan teman dan lebih paham pada saat dosen menjelaskan materi kuliah secara langsung.Mahasiswa jugabisa lebih fokus memperhatikan perkuliahan.